Menengok Usaha Tempe di Kampung Tempe Kuripan Kertoharjo Kota Pekalongan

Kota Pekalongan - Banyaknya perajin tempe di Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan membuat Kampung ini dicanangkan sebagai Kampung Tempe. Aktivitas dan produksi tempe masih terus digiatkan meskipun harga kedelai mengalami kenaikan.

"Saat ini masih 20 lebih perajin tempe yang aktif berproduksi. Pemerintah Kota Pekalongan sangat mendukung Kampung Tempe ini. Ada dukungan alat usaha, modal usaha melalui kredit usaha rakyat (KUR), dan kegiatan pelatihan-pelatihan," terang Kepala Seksi Pembangunan dan Kesehatan Masyarakat Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Diana Happy Damayanti saat ditemui di rumah produksi tempe, Kamis (3/2).

Dijelaskan Diana, beberapa kali Bappeda mengadakan pelatihan di Kampung Tempe. Dari kelompok perajin tempe akhirnya mau dicanangkan sebagai kampung tempe, namun ini masih proses dan berkelanjutan.

"Biasanya tempat kami digunakan untuk pelatihan teknis pembuatan tempe. Harapan kami semoga apa yang dirintis dan dicanangkan terwujud," tutur Diana.

Menurut Diana dengan dicanangkannya Kampung Tempe ini, usaha tempe di Kelurahan Kuripan Kertoharjo ini akan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

"Para perajin tempe butuh status dan nama besar untuk usaha tempe nya," kata Diana.

Salah seorang perajin tempe, Dzikri mengaku sudah sejak tahun 1995 ia produksi tempe. Dzikri menceritakan bahwa sejak awal November 2021 harga kedelai mengalami kenaikan. Sebelumnya Rp9.800/kg dan sekarang Rp10.600/kg.

"Jumlah produksinya masih utuh sehari kedelai 66 kg, tapi penghasilan kami yang akhirnya sedikit menurun karena harga jual tempe masih sama," papar Dzikri.

Dzikri menyiasati tempenya dibuat dengan ukuran yang sedikit lebih kecil. Harga per potong ada yang Rp5.000 dan Rp10.000. Tempe-tempe tersebut Dzikri bawa ke Pasar Sorogenen.

"Tentu tidak ada protes dari pelanggan dengan pengurangan ini, karena yang paling penting kualitas tempenya saya pertahankan tetap baik dari kedelai yang berkualitas," ujar Dzikri.