BNNK Kendal Kerja Sama dengan Pemkab Demak Wujudkan Desa Bersinar

Demak -  Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) Kendal menjalin kerja sama dengan Pemkab Demak dalam upayanya memerangi peredaran narkoba.

Hal ini ditandai kunjubgan Kepala BNNK Kendal Anna Setiyawati ke kantor Pemkab Demak yang diterima oleh Pj Sekretaris Daerah Eko Pringgolaksito, di ruang kerjanya, Jumat (2/9).

Menurut Anna Setiyawati, tujuan pertemuan untuk bersinergi dan bekerja sama untuk mencegah dan menekan adanya peredaran Narkoba di  Kabupaten Demak. Adapun lingkup BNNK Kabupaten Kendal mencakup  dua wilayah yakni Kabupaten Demak dan Grobogan.

"Selain silaturahmi, juga ini sebagai amanah dari kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Yang mana ada zonasi BNNK, sehingga tujuan kami untuk bersinergi dan bekerja sama. Untuk itu mohon dapat bekerja sama dengan melibatkan instansi  terkait," jelas Anna.

Anna juga mengajak untuk menciptakan Desa Bersinar atau Desa Bersih Dari Narkoba, sehingga tercipta kondisi yang aman dan kondusif dari bahaya narkoba.

"Program yang paling efektif dengan menggandeng ibu - ibu PKK, sehingga bisa memasifkan bahaya penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Kemudian juga ada program yang menyasar  remaja dan nantinya ada pula rehabilitasi masyarakat," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut  Pj Sekda Eko Pringgolaksito menyatakan siap untuk bersinergi bersama demi membangun Kabupaten Demak yang bebas narkoba.

"Meskipun di Kabupaten Demak relatif kecil kasus tersebut tetapi kita harus tetap waspada karena di Demak ini merupakan jalur lintasan sehingga harus tetap waspada dan hati-hati," kata sekda.

Sementara itu, Kasat Narkoba Tri Cipto mengatakan bahwa di Demak ini sudah ada 32 laporan polisi hingga bulan ini dan sudah dilakukan proses penanganannya.

"Perlu upaya komprehensif karena kasus yang kita tangani ini sudah perang dengan narkoba. Semua harus melakukan kegiatan preventif, sebagai momentum atau mendorong rekan -  rekan dari desa untuk peduli terhadap adanya narkoba. Demi menuju kampung tangguh bersinar, baik melalui Babinsa atau Bhabinkamtibmas," jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa peredaran narkoba di jaman sekarang ini sudah masuk ke kalangan bawah.

"Sekarang ini sudah masuk ke kalangan bawah sebagai contoh peredaran sudah dari angkringan ke angkringan, kalau dulu kan di kafe atau diskotik. Dengan demikian kalangan bawah pun juga sudah bisa merasakan. Apalagi tersedia paket minimalis hanya dengan Rp25.000 - Rp30.000 sudah bisa nge-fly," jelas AKP Tri Cipto.

Untuk itu, ujarnya, perlu melibatkan dari  PKK untuk membantu mensosialisasikan dan membantu pencegahan peredaran narkoba.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Bakesbangpol Fatkhurokhman , Kasat NKB Tricipto A.P, Kabid IKP Dinkominfo Agus Pramono,  KBO Narkoba Res Siswanto dan Dinas Sosial.