Pemkab Demak Gelar Gerakan Pangan Murah Selama Ramadhan

Demak - Dalam rangka stabilitas pasokan dan harga pangan di bulan suci Ramadhan 1444 H/2023 M, Pemerintah Kabupaten Demak berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan dan Pangan Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai Desa Prampelan, Kecamatan Sayung, Kamis (30/3).

Dinas Pangan Provinsi Jawa Tengah juga mengadakan Gerakan Pangan Murah dan dibiayai oleh APBD Provinsi serta Berkolaborasi dengan Badan Pangan Nasional. Tercatat di Jawa Tengah sudah terlaksana total 170 kali yang diadakan di 35 kabupaten/kota.

Bupati Demak Eisti'anah, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, kegiatan ini memiliki nilai strategis, dalam rangka menjaga stabilitas ketersediaan pangan dan mengendalikan harga pangan.

Tidak lupa, Bupati Eisti juga mengapresiasi kepada Dinas Ketahanan dan Pangan Provinsi Jawa Tengah yang telah menyelenggarakan bazar pangan murah di Kabupaten Demak.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali untuk masyarakat khususnya di Desa Prampelan, Kecamatan Sayung. Ini suatu sinergi yang sangat luar biasa, dikarenakan pada tanggal 28 Maret kemarin kita telah memperingati Hari Jadi Kabupaten Demak ke 520 di mana salah satu agendanya adalah Bazar Pasar Murah,” kata Eisti.

"Bazar pangan murah merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah untuk meringankan beban masyarakat di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga yang terjangkau, bahkan relatif lebih murah dibandingkan harga di pasaran," jelasnya.

Bupati Eisti berharap semoga dengan diadakannya kegiatan ini dapat memberikan manfaat.

"Saya berharap masyarakat yang datang adalah yang benar-benar membutuhkan sehingga dapat tepat sasaran. Jangan sampai momen ini malah dijadikan sebagai ajang kesempatan mencari keuntungan sendiri. Utamakan dan berikan kesempatan bagi masyarakat yang kurang mampu," tegasnya.

Ditambahkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Dyah Lukisari bahwa Gerakan Pangan Bazar Murah terselenggara berkat kerjasama antara Dinas Pangan Provinsi Jawa Tengah dengan Badan Pangan Nasional.

“Ini salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah untuk bisa menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” kata Dyah.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Koordinator Stabilisasi Pangan Kepala Badan Pangan Nasional Yudhi Harsatriyadhi, menyampaikan berdasarkan rilis BPS per 3 Maret 2023, barometer pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat masih menunjukan angka yang relatif tinggi .

“Angka inflasi nasional sebesar, 5,47 persen year on year. Angka tersebut naik dibanding bulan Januari sebesar 5,28 persen. Perkembangan tersebut turut diimbangi dengan perkembangan harga pangan yang secara nasional ada beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga," pungkasnya.