201 Sekolah di Kubu Raya Diizinkan Gelar PTM Terbatas

Kubu Raya - Sebanyak 201 sekolah yang terdiri dari SD dan SMP di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mulai hari ini diizinkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas.

"Dalam menggelar PTM terbatas ini berdasarkan zona desa. Jadi sekolah-sekolah yang desanya berada di zona hijau, kuning dan sebagian oranye kita perkenankan melakukan PTM terbatas," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya Muhammad Ayub saat dihubungi, Senin (23/8) malam.

Ayub menuturkan, 201 sekolah yang diperkenankan menggelar PTM terbatas ini tersebar di 9 kecamatan wilayah Kubu Raya, terutama di wilayah pinggiran.

"Sedangkan desa-desa yang berbatasan dengan Kota Pontianak yang masuk dalam zona merah untuk sementara kita minta kepala sekolahnya untuk tetap mempersiapkan diri," ujarnya.

Ayub menambahkan, sebelum digelarnya PTM ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masing-masing sekolah terkait pelaksanaan PTM terbatas ini pada Sabtu (21/8). Dari 201 sekolah yang dipersilakan menggelar PTM terbatas hari ini hanya sebagian kecil yang sudah menggelar PTM dan telah mempersiapkan diri jauh hari sebelumnya.

"Sekolah-sekolah yang menggelar PTM hari ini ada yang mengundang orang tua murid, melakukan rapat dewan guru untuk memantapkan strateginya. Berdasarkan informasi yang kita dapatkan, ada beberapa sekolah yang sudah siap menggelar PTM pada Rabu (25/8) besok," ucap Ayub.

Dirinya menyampaikan, pihaknya akan menyelaraskan kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan arahan dari bupati Muda Mahendrawan. Yang mana kajian-kajian teknisnya diberikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

"Dalam membuat petunjuk teknis (juknis), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya mengacu pada Keputusan Bersama Empat Menteri. Untuk juknisnya sudah kita sebarkan kesemua sekolah," tuturnya.

Ayub memaparkan, Selasa (24/8) semua jajaran di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya melakukan monitoring ke lapangan dengan sasaran sekolah-sekolah yang sudah diberi izin melakukan PTM terbatas.

"Selama pelaksanaan PTM terbatas ini kita tetap mengutamakan penerapan protokol kesehatan yang ketat, baik bagi kepala sekolah, guru, maupun siswa. Hal itu sudah kita sampaikan kepada segenap aktivis pendidikan di Kubu Raya," ungkapnya.

Menurut Ayub, meski pelaksanaan PTM terbatas ini dilakukan, namun tetap saja keselamatan dan kesehatan seluruh aktivis pendidikan, baik guru, siswa dan segenap tenaga pendidikan serta lingkungan sekolah sekitar harus lebih diutamakan.

"Makanya kita tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat dan sekolah yang kita izinkan melaksanakan PTM terbatas ini merupakan sekolah yang sudah memiliki prosedur tetap protokol kesehatan, diantaranya memiliki tempat cuci tangan yang cukup, jumlah hand sanitizer yang cukup, lingkungan sekolah sudah dalam keadaan bersih, menggunakan masker, anak yang diantar dan dijemput tidak dalam waktu yang lama, yang mana sebelum 5 menit anak pulang, orang tua sudah stanby di sekolah untuk menjemput," pungkasnya.