Bupati Landak Larang ASN Terima Bantuan Pangan


Landak - Bupati Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Karolin Margret Natasa melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menerima bantuan pangan dari pemerintah. Hal itu disampaikan Karolin saat menyerahkan bantuan kepada mahasiswa STKIP Pamane Talino, beberapa waktu lalu.





"Kepada ASN kami harapkan tidak mengambil bantuan pangan untuk masyarakat miskin, itu bukan untuk ASN. ASN sudah mendapatkan gaji dan tunjangan," tegas Karolin.





Kepada ASN yang mungkin sudah menerima bantuan, Bupati Landak memohon untuk segera mengembalikannya kepada petugas penyalur di desa agar dapat didistribusikan kepada yang lebih berhak.





"Tolong budayakan malu kalau kita mengambil jatah masyarakat miskin.

Jika sudah terlanjur mengambil, kembalikan kepada aparat desa yang mendistribusikan," pinta Karolin.





Sebagaimana diketahui beberapa waktu lalu Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah memberikan bantuan pangan berupa beras untuk disalurkan kepada masyarakat miskin didaerah. Hal ini dilakukan untuk membantu masyarakat kurang mampu yang mengalami penurunan kondisi ekonomi akibat pandemi virus corona (COVID-19).





Dan untuk selanjutnya masyarakat Kabupaten Landak akan kembali mendapat bantuan pangan dari pemkab setempat.





Terkait hal ini, bupati Landak meminta aparat desa agar dapat mendistribusikan bantuan pangan ini dengan sebaik-baiknya.





"Kepada aparat desa, kepala desa bahwa bantuan pangan masih ada lagi beberapa tahapan, kami harapkan agar dapat didistribusikan secara baik," ungkap Karolin.





Lebih lanjut, Karolin berharap para penyalur bantuan pangan di lapangan tidak meminta biaya apapun atau pungutan liar (pungli) kepada masyarakat.





Bupati Landak menyampaikan saat ini telah menurunkan tim Saber Pungli untuk mengawasi proses penyaluran bantuan di lapangan.





"Dan tidak boleh ada pungutan se-rupiah pun. Bagi siapa yang memungut segera laporkan kepada kami, dan bagi yang sudah terlanjur memungut segera kembalikan kepada masyarakat. Kami juga, sudah menurunkan tim Saber Pungli untuk bisa me-monitoring bagaimana pembagian beras atau bantuan pangan kepada masyarakat," pungkas Karolin.