Bappelitbangda Cirebon Lakukan Studi Banding ke Desa Cangkingan Indramayu

Indramayu - Desa Digital Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu yang menjadi desa terbaik ke-3 di Jawa Barat kini sudah mulai dilirik oleh daerah lain untuk melakukan studi banding.

Pada Selasa (9/11) pagi, Desa Cangkingan dikunjungi oleh Bappeda Kabupaten Cirebon untuk melakukan studi banding terhadap pelaksanaan konsep dan implementasi Desa Digital tersebut.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan pada Bappedalitbangda Kabupaten Cirebon Agung Gumilang menjelaskan, kunjungan kerja yang dilakukan tersebut untuk melihat secara langsung konsep dan pelaksanaan desa digital yang diterapkan di Desa Cangkingan.

Pihaknya banyak mendengar berbagai informasi bahwa pelayanan dan administrasi pemerintahan serta pemberdayaan masyarakat di desa yang dipimpin oleh Kuwu Didi Wahyudi ini sangat bagus, bahkan menjadi desa terbaik ke-3 di Jawa Barat.

"Kami sangat tertarik dengan konsep desa digital ini. Ini sangat luar biasa dengan desa digital mampu untuk merubah berbagai kebiasaan dan pola lama untuk menjadi pemerintah yang berbasis teknologi informasi," kata Agung.

Setelah melihat dari Desa Cangkingan, Bappelitbangda akan mencoba mereplikasi desa digital di salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon.

Sementara itu Kuwu Didi Wahyudi menjelaskan, penerapan desa digital pada mulanya mengalami kesulitan namun kini seiring berjalannya waktu hal tersebut telah menjadi kebiasaan baru bagi warga Desa Cangkingan.

"Desa Digital ini akan terus kita kembangkan dan akan bersinergi dengan Pemkab Indramayu dan Provinsi Jawa Barat untuk menjadi kawasan digital," tegas Didi.

Ada hal menarik dari kunjungan kerja tersebut. Beberapa pegawai Bappelitbangda yang melakukan kunjungan kerja secara diam-dia,  membuka website desa dan melakukan transaksi pada menu 'lapak desa' dengan memesan minuman kesehatan. Ternyata transaksi jual beli tersebut langsung direspon oleh pedagang dan minumannya langsung datang ke desa.

"Saya tadi coba aplikasinya untuk pesan minuman. Ternyata bukan hanya hiasan, tapi langsung bekerja dengan terhubung ke pedagangnya. Ini keren, website desa memfasilitasi pelaku UMKM," pungkasnya.