Tinjau Revitalisasi Pasar Mardika, Wamendag Pastikan Stok Pangan Jelang Nataru

Ambon - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam kujungan kerjanya di Kota Ambon, Provinsi Maluku, berkesempatan meninjau langsung lokasi revitalisasi Pasar Mardika, Kamis (16/12).

Turut mendampingi Wamen dalam kunjungan yakni, Wakil Walikota (Wawali) Ambon Syarif Hadler, Asisten II Setda Maluku Habiba Saimina, Kepala BAPPEDDA,  Enrico Matitaputty, Kepala Bidang Perdagangan Lina Silooy, Kepala Dinas PUPR Kota Ambon Melkiyanus Latuihamallo, Kepala Bidang Perdagangan Provinsi Maluku Paulus Jamlean.

 

Wamen, di sela – sela tinjauan mengatakan pembangunan pasar adalah kewenangan Kementerian PUPR RI, namun pihaknya sangat mendukung program revitalisasi pasar.

Menurutnya,  Pasar adalah salah satu pilar sentra untuk pedagang,  dan sentra pertumbuhan ekonomi sehingga perlu mendapatkan perhatian.

"Ini adalah salah satu lokasi yang akan dibangun oleh PUPR, untuk pembangunan memang itu ranah dari PUPR  tapi kalau revitalisasi, pembenahan dan renovasi itu akan banyak dilakukan oleh kementerian perdagangan. Kami siap untuk bantu dan melaksanakan program revitalisasi, sebab pasar ini adalah tempat aktivitasnya pedagang," ujarnya.

Wamendag berharap pembangunan revitalisasi pasar Mardika bisa seceparnya berjalan, agar masyarakat Kota Ambon bisa menikmati pasar tradisional yang modern.

Selain meninjau revitalisasi pasar Mardika, Wamen juga memastikan harga kebutuhan pokok dan ketersediaan stok menjelang Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pada kesempatan itu, wamendag bersama rombongan turut meninjau beberapa komoditi diantaranya yakni daging sapi, daging ayam, cabe rawit, cabe keriting, bawang merah, bawang putih, telur dan minyak goreng.

Wamendag meminta kepada pedagang untuk tidak menaikan harga sembako maupun komiditi lainnya ketika Nataru, sementara dari hasil pantauan ada beberapa harga yang mengalami kondusif dan ketersediaan stok masih mencukupi.

"Kita tadi mau memastikan lagi menjelang Nataru ketersediaan itu cukup, dan tentunya harga tidak naik turun. Fluktuasi saya kira itu dalam tahap yang wajar, dan saya berpikir adanya perhatian dari Pemda untuk melakukan pemantauan jangan sampai stok kurang," pungkasnya.