Jalani Vaksinasi, Siswa SLB Batang Diajak Selfie untuk Hilangkan Rasa Takut

Batang - Pelaksanaan vaksinasi anak usia 6 - 11 tahun di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyasar para pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB). Ada ratusan pelajar yang melakukan vaksinasi COVID-19 di SLB Negeri Kabupaten Batang, Jumat (7/1).

Mereka merupakan penyandang tuna rungu, tuna grahita, hingga kelainan fisik lainnya. Mereka didampingi orang tua. Mereka datang ke sekolah dan disambut oleh guru serta petugas kesehatan dari Puskesmas Batang III.

Untuk mengurangi rasa takut anak, para guru mendampingi dan mengajak berswafoto. Anak-anak berkebutuhan khusus itu pun teralihkan dengan melihat kamera pada gawai yang dipegang oleh salah seorang guru, sambil berekspresi.

Guru SLB Negeri Kabuapaten Batang Hikmat mengatakan, biar tidak tegang dan melihat jarum suntik kami berikan candaan, dan menghibur mereka dengan mengajak untuk berswafoto, Alhamdulillah banyak yang tidak menangis bahkan saat disuntik juga tidak terasa, sudah selesai.

“Untuk anak-anak berkebutuhan khusus memang harus melalui pendekatan dan kesabaran. Beberapa anak saat menunggu giliran vaksin malahan berlarian, ada juga yang menangis, dan memberontak juga,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SLBN Batang Sujarwo mengatakan, antusias dari orangtua dan siswa untuk mengikuti vaksin cukup tinggi bisa dilihat dengan daftar kehadiran yang mencapai 80 persen.

“Sebelumnya kami infokan ke orangtua, mereka pun menyambut baik dan tadi saat pelaksanaan juga mendampingi putra-putrinya, banyak yang hadir sekitar 80 persen sekitar 115 siswa,” terangnya.

Pelaksanaan vaksinasi, lanjut dia, di SLBN Batang ini selain mendukung  percepatan vaksinasi dan membentuk herd immunity juga agar pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen bisa digelar.

“Karena itu menjadi salah satu syarat bisa dilaksanakannya PTM 100 persen, selain guru siswa juga harus sudah divaksin, selain itu juga kami sudah mempersiapkan sarana dan prasana lainnya, harapannya bisa sesuai dengan syarat yang ditentukan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu orangtua siswa, Zaini mengatakan, sebelum pelaksanaan vaksin dia mencoba untuk memberikan pemahaman kepada putrinya secara perlahan-lahan sehingga pada saat vaksin tidak takut.

Alhamdulillah tadi tidak takut, sebelumnya saat dikasih tau pihak sekolah jika mau ada vaksinasi saya bilang dulu ke anaknya, kalau vaksin tidak apa-apa, tidak sakit, jadi anaknya mau,” tandasnya.