Gubernur Khofifah Minta Masyarakat Belajar dari Sinta Nuriyah Wahid

Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku bangga dengan kedatangan Istri Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid, dan mengajak peserta yang hadir pada kegiatan "Ibu Sinta Nuriyah Menyapa” untuk bersama-sama belajar dari eks ibu negara tersebut.



"Suatu kegiatan luar biasa dari Bu Sinta Nuriyah karena menyatukan berbagai komponen untuk saling bersinergi demi kemajuan bangsa," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (20/4) malam



Sementara itu, Sinta Nuriyah Wahid berpesan kepada masyarakat Indonesia untuk tidak lupa dan melaksanakan tiga rukun yang menjadi kebutuhan saat ini.



"Pertama, rukun keagamaan, kedua rukun ketatanegaraan dan ketiga adalah rukun kesehatan," ujarnya.



Bu Nyai Sinta, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa rukun keagamaan terdiri dari Rukun Islam. Kemudian, rukun ketatanegaraan adalah dasar negara Pancasila dan Rukun Kesehatan adalah menjalankan protokol kesehatan ditambah mengikuti vaksinasi.



"Dari ketiga rukun itu dan maknanya, apakah kita sudah mengamalkannya? Rukun Islam, pengamalan Pancasila dan mematuhi protokol kesehatan, apakah sudah semua? Maka mari kita lakukan," ucap dia.



Pada kesempatan sama, Sinta Nuriyah juga menjelaskan kegiatan yang saat ini dilakukannya, yakni menyapa dan bersilaturahim dengan berbagai kelompok dan komponen masyarakat.



 



"Kegiatan seperti ini sudah sejak 21 tahun lalu, tapi dua tahun terakhir tidak ada karena ujian COVID-19. Dulu sebelum pandemi, kegiatannya buka dan sahur bersama, tapi sekarang tidak boleh, sehingga dilakukan tidak saat buka puasa," katanya.



Kegiatan ini pun, kata dia, hanya dilakukan 10 kali dengan pelaksanaan terbatas dan disiplin protokol kesehatan sangat ketat.



"Peserta dibatasi, tidak boleh ada spanduk, menjaga jarak, hingga penataan makanan yang harus rapi. Kalau pada Ramadhan ini berjalan lancar, maka bisa dilakukan bulan-bulan berikutnya," tutur Sinta Nuriyah.



Menurut dia, COVID-19 merupakan penyakit berbahaya dan berbeda dari biasanya, sebab dapat menularkan ke siapa saja, mulai keluarga, tetangga hingga seluruh masyarakat Tanah Air.



"Bahkan, selama dua tahun itu juga saya selalu dijaga oleh anak-anak di rumah. Tidak boleh ada tamu, tidak boleh ke mana-mana demi menjaga ibunya yang sudah tua ini," katanya.



"Saya tidak bisa berbuat apa-apa, sampai-sampai setiap pagi saya menyapa burung-burung di rumah," tandas Sinta Nuriyah.