Gubernur Khofifah Serahkan Rumah Layak Huni kepada Warga Ngawi

Ngawi - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada perwakilan warga Kabupaten Ngawi yang rumahnya telah selesai direnovasi melalui program rumah tinggal layak huni (rutilahu).



"Alhamdulillah program rutilahu ini rutin kita laksanakan bersama Kodam V Brawijaya. Ini adalah upaya kita memberikan tempat tinggal layak bagi masyarakat, yang terjamin kebersihan dan sanitasinya, sehingga mereka bisa tinggal di rumah yang nyaman dan kualitas kesehatannya juga meningkat," kata Khofifah saat penyerahan rutilahu di Dusun Bendo, Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Ngawi, Kamis (4/8).



Sesuai data, total ada sebanyak 1.952 unit rumah yang dilakukan rehabilitasi oleh Pemprov Jatim dan Kodam V Brawijaya di 11 kabupaten/kota di Jatim dalam program rutilahu.



Di Ngawi ada 177 rumah yang menjadi sasaran rehabilitasi rutilahu. Sebanyak 177 penerima program tersebut tersebar di 19 kecamatan di seluruh Kabupaten Ngawi.



Gubernur menjelaskan, program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi rumah tinggal layak huni merupakan bagian penting dalam membangun keberseiringan proses akseleratif atau percepatan pembangunan dari seluruh elemen di Jatim.



Hal ini dikarenakan program renovasi rutilahu ini dilakukan dengan melibatkan banyak elemen, seperti Baznas, pemkab/pemkot, maupun aparat TNI yang bekerja sama dengan Pemprov Jatim ini untuk terus menyisir rumah-rumah tidak layak huni di Jatim.



"Gotong royong adalah kunci melakukan percepatan pembangunan di semua lini. Dengan gotong royong semua pihak dan dalam hal ini jajaran TNI AD, masyarakat dan seluruh forkopimcam, kades, lurah, dan masyarakat, maka hasilnya bisa melebihi standar, baik waktu pengerjaan lebih cepat, anggaran maupun ukurannya," katanya.



Tak hanya merenovasi rumah warga, dalam program ini juga terdapat 210 program jambanisasi yang dilakukan di empat kabupaten. Sehingga ada 15 kabupaten/kota yang dilakukan program renovasi rutilahu dan jambanisasi.



Gubernur Khofifah menegaskan renovasi rutilahu dan jambanisasi ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan masyarakat Jatim yang sehat dan sejahtera.



"Jambanisasi merupakan bagian penting karena masalah sanitasi adalah salah satu penyebab tuberculosis (TB) dan TB di Jatim masih menjadi PR kita bersama," kata gubernur.





Menurut dia, yang tidak kalah penting dari program renovasi rutilahu dan jambanisasi adalah penerapan perilaku Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat.



Dengan adanya rumah yang layak huni termasuk jambanisasi di dalamnya, maka setiap keluarga bisa memiliki jamban keluarga, tidak lagi menggunakan jamban umum/bersama.



"Jambanisasi serta adanya rumah layak huni dengan ventilasi yang cukup agar sirkulasi udara baik, maka kami harap ini dapat menjadi salah satu proses masuk ke dalam kehidupan yang sehat. Dampaknya adalah masyarakat dapat menerapkan PHBS di lingkungannya," katanya.



Secara khusus, ia berharap kegiatan renovasi rutilahu dan jambanisasi ini mampu memberikan rasa aman, rasa nyaman, dan salah satu pintu masuk ke dalam keluarga bahagia dan sejahtera.



Tidak hanya itu, orang nomor satu di Jatim ini juga mengajak masyarakat untuk tengok tetangga atau ikut menyisir bila tetangganya ada yang memiliki rumah tidak layak huni atau belum memiliki jamban.



Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto mengatakan bahwa kebutuhan pokok manusia adalah sandang, pangan, dan papan. Program rutilahu ini menjadi salah satunya, yakni papan.





Untuk itu, ia mengapresiasi dan berterima kasih atas kerja sama dari Pemprov Jatim dalam program rutilahu. Hal itu dikarenakan program rutilahu merupakan program yang berkelanjutan.



"Terima kasih juga kepada masyarakat karena dengan sinergitas di lapangan seluruh program ini dapat dilaksanakan dengan baik. Hasilnya melebihi ekspektasi. Selain itu semangat gotong royong jadi kunci utama dalam penyelesaian pekerjaan ini, mulai renovasi Juni dan selesai akhir Juli," kata Nurchahyanto.



Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah turut meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi warga Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Ngawi. Dalam vaksinasi disiapkan 500 dosis vaksin baik untuk dosis kedua maupun booster. (Ant)