Cegah Stunting, Khofifah Tekankan Pentingnya Pemenuhan Gizi Ibu

Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi ibu, utamanya selama masa kehamilan, dalam upaya untuk mencegah stunting, kekurangan gizi kronis yang menyebabkan pertumbuhan anak terganggu sehingga badannya menjadi tengkes.



Menurut siaran pers dari pemerintah daerah setempat di Sidoarjo, Selasa (1/11), Khofifah mengatakan bahwa pemerintah provinsi memberikan bantuan berupa makanan tambahan serta suplemen zat besi dan asam folat untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil.



Saat memberikan paket bantuan berupa uang tunai dari BAZNAS Jawa Timur senilai Rp250 ribu, paket perlengkapan bayi, dan paket sembako kepada 77 ibu hamil di Sidoarjo, Gubernur mengatakan bahwa kebutuhan gizi ibu selama hamil harus dipastikan tercukupi agar bayi yang dilahirkan terhindar dari risiko stunting.



"Pemberian bantuan kepada ibu hamil ini diharapkan menjadi bagian pencegahan stunting yang dimulai sejak bayi dalam kandungan. Di mana pemenuhan gizi selama masa kehamilan ini menjadi sangat penting," katanya.



"Jadi ibu-ibu hamil tadi sebagian besar usia kandungannya sudah sekitar tujuh bulan. Artinya sudah di trimester ketiga. Kami berharap gizinya tercukupi dengan baik, sehingga ibunya sehat, bayinya sehat, dan diberi kemudahan, kelancaran sampai dengan proses kelahiran semua sehat selamat," katanya.



Dia juga mengemukakan pentingnya pemenuhan gizi, pemberian imunisasi dasar lengkap, dan pemantauan tumbuh kembang pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, yang merupakan periode emas dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.



Selain itu, Gubernur mengatakan bahwa upaya pencegahan stunting membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari semua pihak, termasuk perwakilan lembaga lintas sektor yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting.



"Peran serta organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, organisasi profesi dalam penanganan stunting sangat penting," katanya.



"Masyarakat juga diminta untuk melakukan deteksi dini melalui pemantauan tumbuh kembang secara rutin di posyandu," pungkasnya. (ant)