Program YESS Kabupaten Banjar Terus Dipersiapkan

Martapura - Perwakilan SKPD Kabupaten Banjar dan beberapa organisasi pemuda mengikuti Rapat Koordinasi Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS), atau Persiapan Pelaksanaan Program YESS di Kabupaten Banjar yang dibuka oleh Sekretaris Daerah M. Hilman di Aula Bappeda Litbang Banjar, Kamis (22/4).

Sekda M Hilman mengatakan, rakor program YESS yang digelar hari ini merupakan tahap lanjutan yang harus dilalui untuk mendukung terlaksananya program tersebut, agar bersinergi, baik keberadaan usaha, lembaga masyarakat, pembinaan, hingga permodalan dari perbankkan.

Dijelaskannya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banjar tahun 2020 secara nasional 1,9.

"Dari angka tersebut sektor pertanian memiliki kontribusi tertinggi. “ ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita semua,” ujarnya.

Hilman juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian yang menjadikan Kabupaten Banjar sebagai pilot project pertanian. Dengan demikian kedepan ia berharap akan terwujud generasi petani atau wirausaha muda dibidang pertanian, sehingga pertanian menjadi lapangan pekerjaan yang menarik bagi kaum milenial.

“Selain itu juga bisa menurunkan angka kemiskinan, tangguh dan berkualitas, dan bisa menjadi penentu pertanian dimasa depan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Banjar Galuh Tantri Narindra menginformasikan tentang APBD Kabupaten Banjar yang jumlahnya hampir Rp2 triliun pada tahun 2019, dan membandingkannya dengan daerah tetangga yang memiliki APBD Rp1,4 triliun dengan luasan hanya beberapa kecamatan.

“Kita beratnya di belanja pegawai, inilah yang menyebabkan Kabupaten Banjar sulit untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, namun ini bukan berarti kita tidak optimistis,” katanya.

Dirinya sangat berharap kepada yang berhadir atau yang berkeinginan untuk bisa menjadi petani-petani milenial.

“ Wujudnya kita bisa menyiapkan lapangan pekerjaan, kepela daerah kita yang terpilih menyediakan lapangan pekerjaan sampai 15 ribu dan kouta untuk Kabupaten Banjar dapat 2 ribu lebih,” ujarnya.

Salah satu narasumber Fahrani yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Banjar, dalam materinya memberikan motivasi kepada peserta untuk melirik pertanian yang selama ini dinilainya kurang diminati oleh pemuda, padahal sangat menjanjikan.

Menurutnya, SDM yang lemah juga berpengaruh akan keberhasilan, maka dari itu ia menyarankan agar pemerintah daerah perlu memberikan beasiswa untuk belajar baik dibidang pertanian, peternakan maupun pekerbunan.

“Paling tidak mereka bisa kita magangkan, empat tahun lagi Kaltim akan menjadi ibukota, apakah kita hanya jadi penonton atau pemain nantinya, sementara SDM yang baik akan datang berbondong-bondong dari luar,” ujarnya.

Anggota DPRD sekaligus petani ini menambahkan, petani melinial yang sukses setidaknya memiliki ketersedian lahan lebih dari 2 hektare.