Bupati Lantik Pengurus FKUB Kubu Raya 2021-2025

Kubu Raya - Kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, (Kalbar) periode 2021-2025 yang terdiri dari 21 orang resmi dilantik Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan di ruang praja utama aula kantor bupati, Kamis (27/5) pagi.

Dalam sambutannya, Bupati Muda Mahendrawan mengatakan, di era digital saat ini, FKUB dituntut untuk selalu dinamis, mengikuti zaman dan untuk selalu bisa progresif dalam menyikapi semua hal. Kubu Raya yang akan menginjak usia ke 14 tahun pada Juli mendatang dan Polres baru berusia 1 tahun 6 bulan tentunya banyak dinamika yang terjadi, meski demikian hal itu menunjukan masyarakat Kubu Raya sangat dimanis.

“Justru dengan memiliki keberagaman itu kita jadikan aset, sehingga semuanya bisa menjadi open minded (berfikiran terbuka), lebih mudah mengenal, lebih mudah untuk masuk ke dalam bagaimana pemikiran, kebiasaan dan adat budaya serta hal-hal yang bisa untuk memberikan pembelajaran bagi anak-anak kita, supaya mereka faham dan akhirnya bisa menjadikan hal ini proses edukasi-edukasi," katanya.

Bupati menilai, edukasi inilah yang paling utama dilakukan saat ini untuk mengantisipasi problem-problem kedepan. Dalam menghadapi pandemi saat ini, tentulah peran FKUB sangat penting dalam memberikan ketenangan dan hal inilah yang selalu diikatkan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan memperkuat desa-desa dengan cara upaya pengelola desa yang baik supaya ada trust (kepercayaan) yang terbangun dari masyarakat, ada hal-hal yang tidak berkelindan dengan perbedaan-perbedaan supaya setiap ada yang berbeda tidak dilarikan ke hal-hal yang berbeda tapi isunya lebih produktif dan isinya lebih melihat dari keselamatan dan kebahagiaan bersama.

“Untuk itu FKUB harus lebih kencang dan bekerja lebih keras lagi untuk selalu hadir memberikan edukasi ke masyarakat, karena generasi muda sekarang memerlukan edukasi-edukasi yang sesuai era zamannya. Makanya sering saya sampaikan di setiap kesempatan, program-program yang kita jalankan, yang mana saat ini di Kubu Raya dengan perkembangan penduduk tentu membutuhkan kehadiran rumah ibadah, kehadiran tempat-tempat untuk membangun relegius dan semua ini merupakan bagian daripada cara kita untuk pemulihan ekonomi," ujarnya.

Menurut bupati, kehadiran wisata religus di era saat ini sangat dibutuhkan dan jutru memberikan rasa tenang. Jadi, ada dimensi yang saat ini justru harus dikembangkan dengan progresif dan kreatif dan dalam menjalankan proses ini bisa membuat semuanya lebih tertata, meski ada regulasi namun ada langkah-langkah yang bisa untuk lebih dikembangkan lagi.

“Saya berharap FKUB dan saya yakin dengan dinamika dan pemikiran yang luas kedepannya serta masyarakat yang masih belum memahami, tentunya hal itu harus kita imbangi dengan langkah kreatif agar bagaimana semua ini bisa punya dimensi peluang bagi upaya untuk memperkuat pergerakan ekonomi," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya Nahruji Sudiman mengapresiasi terlaksananya pengukuhan kepengurusan FKUB ini dan dirinya mengharapkan kepengurusan FKUB harus bisa bekerja dengan maksimal, baik di masyarakat maupun dengan pemerintah daerah karena hal ini juga merupakan satu diantara program unggulan kementrian agama untuk bagaimana kedepannya masyarakat bisa termonitor dengan berbagai macam agenda kegiatan yang sifatnya positif.

“Saya sangat berharap adanya pembangunan gedung untuk pengurus FKUB ini, karena hal itu menjadi satu diantara item yang memang harus diupayakan untuk bisa membangun tempat atau wadah berkumpul mereka untuk melaksanakan berbagai macam agenda yang ada," ujar Nahruji.

Dirinya juga berharap kedepannya, pemerintah daerah bisa mengagendakan pembangunan gedung pengurus FKUB ini, karena Kementerian Agama juga sudah menyiapkan lahannya, karena lahan di Kementrian Agama sangat luas sehingga sangat dimungkinkan dibangun di situ.

“Kita juga berharap kedepannya, sinergisitas antara Kementian Agama dan dukungan dari pemerintah daerah ini mudah-mudahan bisa segara cepat terealisasi untuk pembangunan gedung pengurus FKUB itu," harapnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus FKUB Kabupaten Kubu Raya Ahmad Fathony mengatakan, untuk agenda pertama yang akan dilakukan saat ini, pihaknya berusaha menyelesaikan konflik pendirian rumah ibadah, yang mana ada enam gereja Kristen Kalbar yang ada di pulau Sepok Pangkalan, Dabong, Kalimas, Kakap, dan Kapur.

“Kemudian ada vihara Prita Dharma Kasih yang belum ada penyelesaiannya karena adanya pendemi COVID-19, yang mana di viraha itu mereka membangun masjid, klinik kesehatan gratis untuk warga dan dua unit pemadam kebakaran yang digratiskan untuk membantu musibah yang terjadi masyarakat," ujarnya.

Dirinya menyampaikan sampai saat ini untuk konflik pembangunan enam gereja itu sudah bisa diselesaikan, namun masih perlu dilakukan mediasi lagi dan untuk konflik pembangunan viraha ini pihaknya akan terus mencari jalan keluar terbaik agar permaslahan ini tidak berlarut-larut terjadi di masyarakat sehingga pembangunannya terhambat, mengingat permasalahan ini sempat diwarnai aksi demo dari masyarakat yang kemudian dimediasi oleh pemerintah daerah.

“Masih banyak agenda lain yang akan kami kerjakan, satu diantaranya terkait pencatatan semua rumah ibadah di Kabupaten Kubu Raya yang mana sampai saat ini sudah terdapat 3.800 masjid dan surau yang dilengkapi dengan titik koordinatnya dan nama-nama pengurus (takmir) masjid dan suraunya. Kedepannya kita juga akan mendata rumah ibadah bagi umat Kristiani, Hindu, Budha dan Kong Hu Chu," ucapnya.

Pengukuhan Pengurus FKUB ini juga dihadiri Kepala Kesbangpol Kubu Raya TH.C. Leydiyanto, Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya Agus Sudarmansyah, Kapolres Kubu Raya AKBP Yani Permana, Perwakilan Kejari Mempawah, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 1207/BS Pontianak serta beberapa unsur Forkopimda kabupaten Kubu Raya dan Provinsi Kalbar.

Pada kegiatan ini Kemenag Kubu Raya juga memberikan bantuan sebesar Rp60 juta kepada kepengurusan FKUB untuk anggaran oprasional kegitan dan agenda yang dilakukan pada tahun ini.