Pemkot Ambon Gelar Pilkades Serentak pada 7 Maret 2022

Ambon- Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) bagi tujuh desa dan satu negeri antara lain, Wayame, Poka, Hunut, Nania, Waiheru, Latta, dan desa Galala, serta negeri yakni Hative Kecil, akan dilaksanakan pada 7 Maret mendatang.

Rencana ini disampaikan oleh Kepala Bagian (kabag) Tata Pemerintahan Sekretariat Kota Ambon Ema Waliulu, Selasa (25/1) di Hotel Marina.

 

“Sesuai dengan time scedule, Pilkades serentak yang akan dilaksanakan 7 Maret 2022, kalau tidak ada perubahan,” katanya di sela – sela kegiatan sosialisasi Pilkades bagi BPD dan Saniri Negeri.

Waliulu mengungkapkan, berbagai tahapan telah dilaksanakan dalam pelaksanaan Pilkada serentak, termasuk sosialisasi aturan – aturan yang mendasarinya.

“Kegiatan hari ini menjadi pentahapan awal pelaksanaan pilkades serentak, yakni  sosialisasi, lebih khusus untuk perwali Nomor 50 Tahun 2021, tentang petunjuk teknis Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pemilihan kepala desa Serentak dan Pergantian Antar Waktu, Perwali Nomor 70 tahun 2021, tentang perubahan pada petunjuk teknis Perda Nomor 12 Tahun 2019, serta Perwali Nomor 71 Tahun 2021 tentang tatacara pemungutan suara secara elektronik atau e- voting,” ungkapnya.

Dikatakan Kabag, salah satu hal yang diatur dalam regulasi adalah beban anggaran yang hampir semuanya ada pada panitia tingkat kota. Sementara di tingkat Desa/Negeri, anggaran yang dibebankan hanyalah untuk hari-H pelaksanaan.

“Untuk Logistik, semuanya dibebankan pada panitia tingkat kota, sedangkan untuk Desa/Negeri hanya dibebankan anggaran untuk insentif Kelompok Pantia Pemungutan Suara dan anggaran makan minum,” bebernya.

Sementara terkait dua desa yang melaksanakan Pilkades dengan sistem e-Voting, yakni Latta dan Galala, Waliulu menjelaskan, kedua desa tersebut adalah pilot project Pilkades bagi kota Ambon.

“Dua desa kami ambil sampel yakni desa Latta dan Galala karena dari pimpinan menginginkan ada desa yang merupakan pilot project pelaksanaan e-Voting dan pertimbangan kami ambil dua desa tersebut karena jumlah DPT paling sedikit dari desa/negeri yang lakukan Pilkades serentak,” terang mantan camat Sirimau itu.

Karena menggunakan sistem e-Voting, Waliulu mengungkapkan, akan dilakukan pelatihan dan simulasi penggunaan alat.

“Pelatihan dan simulasi e-voting akan dilakukan panita tingkat kota, dengan menghadirkan narasumber dari pusat. Sebelunya perwakilan dari Desa Latta dan Galala telah diikutkan pada simulasi di Kementerian Dalam Negeri,” tutupnya.