Mendes PDTT Kunjungan Kerja ke Kabupaten Cirebon

Cirebon - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (18/2).

Kedatangan Gus Menteri, sapaan akrabnya tersebut dalam rangka Peninjauan Peternakan Terpadu Berkelanjutan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama, sekaligus meresmikan BUMDESMA Desa Kamarang, Kecamatan Greged.

Dalam sambutannya saat mendamping Mendes, Bupati Cirebon Imron mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah kepada Kabupaten Cirebon. Ia mengatakan, bantuan hewan yaitu sapi dan ayam yang akan dikembangkan merupakan sesuatu yang sangat bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Tentunya hal ini bisa meningkatkan taraf ekonomi, karena hasilnya sangat luar biasa.

"Bantuan Kementerian Desa sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Ya, kalau boleh meminta, sering-seringlah Pak Menteri Desa berkunjung ke Kabupaten Cirebon sambil memberi bantuan. Masyarakat sangat terbantu sekali," kelakar Imron.

Lanjut Imron, bantuan Kemendes sangat berdampak sekali, karena situasi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini masyarakat dimana pun, bukan hanya dihadapkan bagaimana menghindari virus Corona, tapi juga harus memikirkan faktor ekonomi yang otomatis terpuruk. Justru, menurutnya, bantuan pusat ini akan sedikit meringankan beban ekonomi masyarakat.

"Ya itu tadi Pak Menteri, kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya selama ini. Saya minta programnya terus berkelanjutan supaya semua desa di Kabupaten Cirebon menikmati juga bantuan dari Pak Menteri," pinta Imron.

Sementara itu, Mendes sempat berseloroh tentang Bupati Imron. Menurutnya, Imron adalah bupati langka karena gelarnya M.Ag. Menteri Halim juga berjanji, program peternakan justru merupakan program pemerintah berkelanjutan dan tidak ada batas periodesasi.

"Program peternakan ini terus berkelanjutan dan tidak ada periodesasi. Jadi ini bukan program seperti masa kerja bupati, ya, yang ada periodesasinya. Saya jamin ini program berkelanjutan," ungkapnya.

Hal itu, ujarnya, karena merujuk kepada perintah Presiden Jokowi, yang menyebutkan tantangan terberat setelah COVID-19 adalah pangan. Oleh karena itu, Presiden Jokowi menegaskan untuk terus meningkatkan ketahanan pangan, baik nabati maupun hewani, termasuk program saat ini yang masuk dalam pilot project dua titik di Jawa Barat.

"Jadi program tetap berkelanjutan, karena ini perintah Presiden langsung. Jawa barat itu ada dua titik, satu di bandung, satunya lagi ya di Kabupaten Cirebon ini. Arahnya yaitu ketahanan pangan hewani," papar Halim.

Halim menambahkan, hari ini konsumsi daging di Indonesia sudah mulai menurun. Untuk itu, Presiden Jokowi memerintahkan dirinya, untuk mempercepat proses penyaluran BLT dan padat karya tunai desa.

Halim juga meminta bupati Cirebkn untuk segera mempercepat proses penyaluran BLT.

"Kalau sudah menerima BLT, tolong gunakan uangnya untuk dibelikan kebutuhan konsumsi. Jangan sampai dipakai untuk bayar hutang. Kalau jadwalnya belum salur, tolong dirapel selama dua bulan ya," pungkasnya.