Angka Stunting Tinggi, Pemkab Batang Siasati dengan PMT Rutin

Batang - Kasus stunting di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, semakin tinggi. Berbagai upaya penurunan angka masalah kekerdilan tersebut telah diusahakan oleh Pemerintah Kabupaten Batang, salah satunya dengan membentuk tim percepatan penanganan stunting agar ada pemantauan secara kontinyu.

“Iya, kita sudah membentuk tim untuk penanganan stunting, karena angkanya di Batang ini cukup tinggi,” kata Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki usai monitoring stunting di Desa Denasri Kulon, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Kamis (4/8).

Dijelaskan Lani, dari data Dinas Kesehatan di wilayah Kecamatan Batang tercatat pada 3 Agustus 2022 sudah mencapai 11 persen, dimana dari sekitar 5.783 balita ada 661 yang masuk kategori stunting. Oleh karena itu, ujarnya, harus ada pemberian makanan tambahan (PMT) secara rutin.

"Meskipun Pemkab Batang memberikan PMT, masyarakat juga harus diusahakan secara mandiri, karena makanan yang sehat itu tidak harus mahal.

“Saya minta unsur yang ada di kecamatan, para Balita yang masuk kategori Stunting harus dipantau lebih lanjut, baik dari segi gizi, pola makan, pola asuh, sanitasi dan pentingnya gerakan open defication free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan,” tegasnya.

Sementara itu, Dandim 0736 Batang Letkol Inf Ahmad Alam Budiman mengungkapkan, sesuai instruksi Kepala Staf Angkatan Darat, dirinya mendukung penurunan stunting di tingkat Kabupaten Batang.

Dandim mengatakan, berbagai upaya juga sudah dilakukan bersama Persit Kodim 0736 Batang intens menyosialisasikan dan edukasi terkait stunting ke masyarakat. Selain itu, pihaknya juga akan membantu dalam program PMT.

“Kami ada program sosialisasi ke masyarakat hingga desa-desa untuk edukasi stunting. Selain itu kami juga bantu untuk PMT. Oleh karena itu, kami intens koordinasi ke Dinkes dan instansi terkait,” tandasnya.